KTI SKRIPSI KEBIDANAN KEPERAWATAN KESMAS KEDOKTERAN

Kumpulan KTI SKRIPSI Kebidanan Keperawatan Kesmas Kedokteran ini bertujuan untuk membantu para mahasiswa/i kebidanan keperawatan kesehatan masyarakat dan Kedokteran dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah dan Skripsi sebagai salah satu syarat dalam tugas akhir pendidikan. Kumpulan KTI Skripsi ini akan terus kami tambah, sehingga dapat memenuhi kebutuhan anda dalam mendapatkan contoh KTI Skripsi, jadi anda tidak perlu lagi membuang waktu dan biaya dalam mencari KTI yang anda inginkan.

PERHATIAN:

Selamat datang di blog sederhana kami. Kapan lagi anda mendapatkan KTI Skripsi Kebidanan Keperawatan Kesehatan Masyarakat Kedokteran hanya dengan donasi @ Rp. 25.000 / KTI Skripsi sistem pembayaran mudah hanya dengan transfer pulsa. Layanan ini akan tetap eksis.
BUKTI dari layanan kami: sampai hari ini, kami sudah melayani 515 pesanan dari seluruh Indonesia. Silahkan pesan sekarang juga..
Manfaatkan kunjungan anda karena mungkin anda tidak datang ke blog ini untuk kedua kali.

KOTAK PENCARIAN:

kesulitan dalam mencari judul KTI Skripsi Gunakan pencarian berikut:

Hubungan antara Umur, Pendidikan Orang Tua, Psikologis, Sumber Informasi, Peran Teman Sebaya dengan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Perubahan Seks Sekunder

Kamis, 26 Juli 2012

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
WHO dan beberapa badan dunia lainnya pada tahun 1998 menghimbau semua negara Asia tenggara agar memberikan komitmennya untuk memperhatikan dan melindungi remaja akan informasi, keterampilan, pelayanan, lingkungan yang umum dan kesehatan reproduksi remaja (soetjiningsih, 2004)
Menurut WHO (1995) sekitar seperlima dari penduduk dunia adalah remaja (10-19 tahun) sekitar 900 juta berada di negara berkembang, di Amerika Serikat tahun 1990 menunjukan remaja berumur 10-19 tahun sekitar 15% populasi, di Asia Pasifik di mana penduduknya merupakan 60% dari penduduk dunia seperlimanya adalah remaja 10-19 adalah sekitar 22% yang terdiri dari 50,9% remaja laki-laki dan 49,1% remaja perempuan (Nancy. 2002).
Awal masa remaja berlangsung kira-kira 13 tahun sampai 16 atau 17 tahun, dan akhir masa remaja bermula dari usia 16 atau 17 tahun sampai 18 tahun, yaitu usia matang secara hukum. Dengan demikian akhir masa remaja merupakan periode yang sangat singkat. (Hurlock, 2000).
Sedangkan menurut WHO batasan usia remaja adalah 12-24 tahun. Namun jika pada usia remaja seseorang sudah menikah, maka ia tergolong dalam dewasa, atau bukan lagi remaja. Sebaliknya, jika usia sudah bukan lagi remaja tetapi masih tergantung pada orang tua (tidak mandiri), maka dimasukkan dalam kelompok remaja.
Sejak tahun 2000, pemerintah mencanangkan suatu program yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi remaja yang sasarannya adalah siswa SLTP, dan Remaja Karang Taruna. Pelaksanaan program ini secara lintas sektoral instansi pemerintah dan swasta dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan remaja tentang kesehatan reproduksi dan penyakit menular seksual (Llywellyn-Jones, 1997).
Masa remaja merupakan salah satu tahap dalam kehidupan manusia yang sering disebut sebagai masa pubertas yaitu masa peralihan dari anak-anak ke masa dewasa. Pada tahap ini remaja akan mengalami suatu perubahan fisik, emosional dan sosial sebagai ciri dalam masa pubertas. Tetapi umumnya proses pematangan fisik terjadi lebih cepat dari proses pematangan kejiwaan. (Hendriati Agustian,2006).
Masa permulaan pubertas pada anak perempuan biasanya terjadi antara usia 10 sampai 14 tetapi bisa lebih awal (pubertas dini) atau terlambat, tergantung dengan faktor-faktor genetik individu. Masa pubertas berlangsung selama kira-kira lima tahun dan sebagaimana terjadi pada anak laki-laki, diawali dengan pelepasan hormon-hormon dari kelenjar pituitary yang kemudian bertindak secara langsung pada organ-organ seksual. Kejadian yang paling dramatis bagi para anak perempuan adalah masa awal menstruasi (menarche) sebagai respon untuk produksi dan pelepasan hormon-hormon perempuan tersebut, estrogen dan progesteron. Indung telur matang dan mulai melepaskan telur-telur dan uterus membesar, bersamaan dengan perkembangan dan kedewasaan organ-organ kemaluan. Masa pertumbuhan yang cepat yang menghasilkan tinggi dan berat menyertai perubahan-perubahan tersebut. Kedua pinggul melebar dan pola pendistribusian lemak berubah untuk memproduksi bentuk tubuh perempuan yang karakteristik. Juga karakteristik-karakteristik seksual sekunder berkembang sebagai kelanjutan-kelanjutan

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, adalah rendahnya pengetahuan remaja putri tentang perubahan seks sekunder dan belum diketahui factor-faktor yang mempengaruhi tentang peruban seks sekunder.

C. Tujuan Penelitian
a. Tujuan umum
Untuk mengetahui Hubungan Antara Umur, Pendidikan Orang Tua, Psikologis, Sumber Informasi, Peran Teman Sebaya Dengan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Perubahan Seks Sekunder di SMPN 09 .
b. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui distribusi frekuensi pengetahuan remaja putri tentang perubahan seks sekunder.
b. Untuk mengetahui distribusi frekuensi pengetahuan remaja putri tentang perubahan seks sekunder berdasarkan umur.
c. Untuk mengetahui distribusi frekuensi pengetahuan remaja putri tentang perubahan seks sekunder berdasarkan pendidikan orang tua.
d. Untuk mengetahui distribusi frekuensi pengetahuan remaja putri tentang perubahan seks sekunder berdasarkan psikologis.
e. Untuk mengetahui distribusi frekuensi pengetahuan remaja putri tentang perubahan seks sekunder berdasarkan sumber informasi.
f. Untuk mengetahui distribusi frekuensi pengetahuan remaja putri tentang perubahan seks sekunder berdasarkan peran teman sebaya.
g. Untuk mengetahui hubungan antara umur dengan pengetahuan remaja putri tentang perubahan seks sekunder.
h. Untuk mengetahui hubungan antara pendidikan orang tua dengan pengetahuan remaja putri tentang perubahan seks sekunder.
i. Untuk mengetahui hubungan antara psikologis dengan pengetahuan remaja putri tentang perubahan seks sekunder.
j. Untuk mengetahui hubungan antara sumber informasi dengan pengetahuan remaja putri tentang perubahan seks sekunder.
k. Untuk mengetahui hubungan antara peran teman sebaya dengan pengetahuan remaja putri tentang perubahan seks sekunder.

D. Manfaat Penelitian
a. Bagi Pendidikan
Sebagai bahan referensi bagi penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan pengetahuan remaja putri tentang perubahan seks sekunder dan sebagai bahan bacaan di perpustakaan.
b. Bagi Tempat Penelitian
Sebagai masukan informasi bagi sekolah mengenai pengetahuan remaja putri tentang perubahan seks sekunder sehigga pihak sekolah dapat memasukkan materi mengenai perubahan seks sekunder dalam mata pelajaran yang diajarkan di sekolah.
c. Bagi Peneliti
Diharapkan hasil penelitian ini dapat jadi pengalaman bagi penulis dalam melakukan sebuah penelitian, dapat memberikan masukan mengenai hal-hal apa saja yang akan diteliti untuk penelitian lain yang meneliti mengenai perubahan seks sekunder.
d. Bagi Responden
Agar remaja putri di SMPN 09 mendapat tambahan pengetahuan perubahan tentang pubertas khususnya tentang seks sekunder.

E. Tempat dan Waktu
Penelitian dilakukan di SMPN 09 melalui pengumpulan data yang diambil mulai Oktober s/d November 2010 dengan jumlah sample Orang remaja putri terdiri dari kelas I dan II. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan tentang tingkat pengetahuan remaja tentang perubahan seks sekunder, dan pembagian kuesioner. Variable yang diteliti yaitu: umur, pendidikan orangtua, psikologis, sumber informasi, teman sebaya.


Download KTI Skripsi Kebidanan Keperawatan Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran No.299

untuk melihat kelengkapan isi KTI Skripsi silahkan KLIK DISINI

0 komentar:

BELUM KETEMU JUGA, CARI LAGI YANG TELITI: