KTI SKRIPSI KEBIDANAN KEPERAWATAN KESMAS KEDOKTERAN

Kumpulan KTI SKRIPSI Kebidanan Keperawatan Kesmas Kedokteran ini bertujuan untuk membantu para mahasiswa/i kebidanan keperawatan kesehatan masyarakat dan Kedokteran dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah dan Skripsi sebagai salah satu syarat dalam tugas akhir pendidikan. Kumpulan KTI Skripsi ini akan terus kami tambah, sehingga dapat memenuhi kebutuhan anda dalam mendapatkan contoh KTI Skripsi, jadi anda tidak perlu lagi membuang waktu dan biaya dalam mencari KTI yang anda inginkan.

PERHATIAN:

Selamat datang di blog sederhana kami. Kapan lagi anda mendapatkan KTI Skripsi Kebidanan Keperawatan Kesehatan Masyarakat Kedokteran hanya dengan donasi @ Rp. 25.000 / KTI Skripsi sistem pembayaran mudah hanya dengan transfer pulsa. Layanan ini akan tetap eksis.
BUKTI dari layanan kami: sampai hari ini, kami sudah melayani 515 pesanan dari seluruh Indonesia. Silahkan pesan sekarang juga..
Manfaatkan kunjungan anda karena mungkin anda tidak datang ke blog ini untuk kedua kali.

KOTAK PENCARIAN:

kesulitan dalam mencari judul KTI Skripsi Gunakan pencarian berikut:

Hubungan Pengetahuan tentang Tuberculosis Paru dengan Kepatuhan Berobat Pasien Tuberculosis Paru di Puskesmas

Kamis, 26 Juli 2012

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1.1 Latar Belakang
Penyakit tubercolusis atau yang sering disebut TBC adalah infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tubercolusis (Danusantoso,2002). Bakteri ini merupakan bakteri basil yang sangat kuat sehingga memerlukan waktu yang lama untuk mengobatinya, disamping rasa bosan karena harus minum obat dalam waktu yang lama seseorang penderita kadang-kadang juga berhenti minum obat sebelum massa pengobatan belum selesai hal ini dikarenakan penderita belum memahami bahwa obat harus ditelan seluruhnya dalam waktu yang telah ditentukan, serta pengetahuan yang kurang tentang penyakit sehingga akan mempengaruhi kepatuhan untuk berobat secara tuntas.
Tuberculosis merupakan masalah kesehatan, baik dari sisi angka kematian (mortalitas), angka kejadian penyakit (morbiditas), maupun diagnosis dan terapinya. Dengan penduduk lebih dari 200juta orang, di indonesia menempati urutan ketiga di dunia setelah india dan china dalam hal jumlah penderita TB paru sekitar 583 ribu orang dan diperkirakan sekitar 140 ribu orang meningal dunia tiap tahun akibat TBC. Sedangkan di jawa timur sendiri menempati urutan ke 2 setelah jawa barat dengan kasus sekitar 37 ribu penderita (depkes RI, 2007). Di seluruh kab sendiri terdapat lebih dari 230 kasus, dengan angka kematian rata-rata 10 orang tiap bulannya sedangkan di puskesmas sendiri terdapat 13 pasien tubercolusis dengan BTA positif dan 4 dengan BTA negatif 1 orang putus obat (tidak patuh berobat)
Berhasil atau tidaknya pengobatan tuberculosis tergantung pada pengetahuan pasien, keadaan sosial ekonomi serta dukungan dari keluarga. Tidak ada upaya dari diri sendiri atau motivasi dari keluarga yang kurang memberikan dukungan untuk berobat secara tuntas akan mempengaruhi kepatuhan pasien untuk mengkonsunsi obat(Dr.Indan Enjang, 2002).Apabila ini dibiarkan dampak yang akan muncul jika penderita berhenti minum obat adalah munculnya kuman tubercolusis yang resisten terhadap obat, jika ini terus terjadi dan kuman tersebut terus menyebar pengendalian obat tubercolusis akan semakin sulit dilaksanakan dan meningkatnya angka kematian terus bertambah akibat penyakit tubercolusis.
Tujuan pengobatan pada penderita tubercolusis bukanlah sekedar memberikan obat saja, akan tetapi pengawasan serta memberikan pengetauan tentang penyakit ini untuk itu hendaknya petugas kesehatan memberikan penyuluhan kepada penderita dan keluarganya agar pengetauan mereka mengetahui resiko-resiko dan meningkatkan kepatuhan untuk berobat secara tuntas. Dalam program DOTS ini diupayakan agar penderita yang telah menerima obat atau resep untuk selanjutnya tetap membeli atau mengambil obat, minum obat secara teratur, kembali control untuk menilai hasil pengobatan.

1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Pertanyaan Masalah
Adakah hubungan pengetahuan tuberculosis paru dengan tingkat kepatuhan berobat pasien tuberculosis paru di puskesmas , kab ?

1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1 Tujuan Umum
Mengetahui hubungan pengetahuan penyakit tuberculosis dengan tingkat kepatuhan berobat pasien tuberculosis di puskesmas , kab
1.3.2 Tujuan Khusus
1. Mengidentifikasi tingkat pengetahuan pasien tuberculosis di puskesmas , kab
2. Mengidentifikasi kepatuhan berobat pasien tubercolusis di puskesmas , kab
3. Menganalisis hubungan pengetahuan penyakit tuberculosis dengan kepatuhan berobat pasien tubercolusis di puskesmas , kab

1.3 Manfaat Penelitian
1.3.1 Bagi Instansi Pelayanan Kesehatan
Meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat khususnya penderita tubercolusis, sehingga akan meningkatkan kualitas asuahan keperawatan dan kualitas hidup penderita serta memberi masukan kepada petugas kesehatan tentang pentingnya penyuluhan penyakit tubercolusis kepada masyarakat khususnya penderita tubercolusis
1.3.2 Bagi Pasien
Memberikan pengetahuan tentang penyakit tuberculosis dalam meningkatkan kepatuhan berobat pasien tuberculosis di puskesmas , kab
1.3.3 Bagi Ilmu Keperawatan
Sebagai sumbangan ilmu pengetahuan tentang asuhan keperawatan tentang tubercolusis paru
1.4.4 Bagi Peneliti Selanjutnya
Sebagai masukan data dan sumbangan pemikiran perkembangan pengetahuan untuk peneliti selanjutnya.


Download KTI Skripsi Kebidanan Keperawatan Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran No.292

untuk melihat kelengkapan isi KTI Skripsi silahkan KLIK DISINI

0 komentar:

BELUM KETEMU JUGA, CARI LAGI YANG TELITI: