KTI SKRIPSI KEBIDANAN KEPERAWATAN KESMAS KEDOKTERAN

Kumpulan KTI SKRIPSI Kebidanan Keperawatan Kesmas Kedokteran ini bertujuan untuk membantu para mahasiswa/i kebidanan keperawatan kesehatan masyarakat dan Kedokteran dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah dan Skripsi sebagai salah satu syarat dalam tugas akhir pendidikan. Kumpulan KTI Skripsi ini akan terus kami tambah, sehingga dapat memenuhi kebutuhan anda dalam mendapatkan contoh KTI Skripsi, jadi anda tidak perlu lagi membuang waktu dan biaya dalam mencari KTI yang anda inginkan.

PERHATIAN:

Selamat datang di blog sederhana kami. Kapan lagi anda mendapatkan KTI Skripsi Kebidanan Keperawatan Kesehatan Masyarakat Kedokteran hanya dengan donasi @ Rp. 25.000 / KTI Skripsi sistem pembayaran mudah hanya dengan transfer pulsa. Layanan ini akan tetap eksis.
BUKTI dari layanan kami: sampai hari ini, kami sudah melayani 515 pesanan dari seluruh Indonesia. Silahkan pesan sekarang juga..
Manfaatkan kunjungan anda karena mungkin anda tidak datang ke blog ini untuk kedua kali.

KOTAK PENCARIAN:

kesulitan dalam mencari judul KTI Skripsi Gunakan pencarian berikut:

Perbandingan Pelayanan Persalinan antara Puskesmas dengan Klinik Bersalin

Kamis, 26 Juli 2012

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil dan bersalin adalah masalah besar di negara berkembang. Di negara miskin, sekitar 25-50% kematian usia subur usia disebabkan hal berkaitan dengan kehamilan. Kematian saat melahirkan biasanya menjadi faktor utama mortalitas wanita muda pada masa puncak produktivitasnya. Tahun 2005, WHO memperkirakan lebih dari 585.000 ibu per tahunnya meninggal saat hamil atau bersalin. Di Asia Selatan, wanita berkemungkinan 1 : 18 meninggal akibat kehamilan / persalinan selama hidupnya; di banyak negara Afrika 1 : 14; sedangkan di Amerika Utara hanya 1 : 6.366. Lebih dari 50 % kematian di negara berkembang sebenarnya dapat dicegah dengan teknologi yang ada serta biaya relatif rendah (Prawirohardjo, 2002).
Angka kematian ibu di negara berkembang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan di negara maju seperti Amerika. Angka kematian ibu di negara berkembang di ketahui sampai 450 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan di Amerika hanya 30 per 100.000 kelahiran hidup (Yatim, 2005).
Tingginya angka kematian ibu diduga sebagian akibat kurangnya mutu pelaksanaan pelayanan antenatal selama dilakukan pemeriksaan kepada ibu hamil. Target internasional pada tahun 2005, angka kematian ibu (AKI) dibawah 125/100.000 kelahiran hidup dan 75/100.000 kelahiran hidup pada
tahun 2015, dan angka kematian bayi (AKB) ditargetkan menjadi 15/1.000 kelahiran hidup (Depkes, 2005).
Di Indonesia, masalah kematian dan kesakitan ibu merupakan masalah besar. Pada tahun 2006, angka kematian ibu (AKI) masih menduduki urutan tertinggi di Negara ASEAN yaitu 307/100.000 kelahiran hidup, sedangkan angka kematian bayi (AKB) sebesar 35/1.000 kelahiran hidup (Depkes, 2006).
Tingginya AKI di Indonesia yang menduduki urutan tertinggi di ASEAN, menempatkan upaya penurunan AKI sebagai program prioritas. Penyebab langsung kematian ibu di Indonesia, seperti halnya negara lain adalah perdarahan, infeksi dan eklampsia. Dalam perdarahan dan infeksi sebagai penyebab kematian, sebenarnya tercakup pula kematian akibat abortus terinfeksi dan partus lama. Hanya sekitar 5 % kematian ibu di sebabkan oleh penyakit yang memburuk akibat kehamilan, misalnya penyakit jantung dan infeksi yang kronis Kebijakan Departemen kesehatan dalam upaya mempercepat penurunan AKI pada dasarnya mengacu kepada intervensi strategi “Empat Pilar Safe motherhood yang terdiri atas Keluarga Berencana (KB), Pelayanan antenatal, Persalinan yang aman, Pelayanan obstetri esensial (Prawirohardjo, 2002).
Banyak faktor yang menyebabkan tingginya angka kematian ibu dan anak seperti halnya yang terdapat di negara berkembang lainnya, ada 3 faktor penyebab yaitu : keadaan sarana pelayanan kesehatan ibu dan anak belum memadai, penggunaan sarana pelayanan kesehatan ibu dan anak yang masih
kurang dan karakteristik ibu hamil yang buruk terutama berupa multiparitas, umur tua, anemia dan jarak antara dua kehamilan yang terlalu pendek (Ilyas, 1995).
Hasil survey awal berdasarkan rekap laporan bagian Poli Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Puskesmas tahun 2008, diperoleh data cakupan pertolongan persalinan tahun 2006 sebesar 108 jumlah persalinan (93%) dari target 271. Pada tahun 2007 mengalami penurunan menjadi 94 jumlah persalinan (79,87%). Sementara pada tahun 2008 tetap mengalami penurunan menjadi 87 jumlah persalinan (Poli KIA Puskesmas 2008).
Berdasarkan laporan yang ada pada Dinas Kesehatan Kota Kendari pada tahun 2007 rata-rata cakupan persalinan Kota Kendari mencapai 5484 pertolongan nakes dari 6065 jumlah persalinan (90,42%). Namun berdasarkan wilayah Puskesmas, pencapaian cakupan terendah yaitu Puskesmas (79,87%) sedangkan pencapaian cakupan 100% adalah Puskesmas Kemaraya (Dinkes, 2007). Sementara tidak jauh dari lokasi Puskesmas juga terdapat sebuah klinik bersalin milik swasta yaitu Klinik Bersalin yang berdasarkan hasil survey pendahuluan ditemukan adanya peningkatan jumlah kunjungan tiap bulan. Dimana jumlah kunjungan tiap bulan rata-rata mencapai 70 pasien berarti dalam waktu setahun sudah mencapai sekitar 840 pasien. Sementara jika dibandingkan dengan Puskesmas yang jumlah cakupan persalinan rata-rata pertahun hanya sebesar 90 pasien maka jumlah ini sangatlah jauh berbeda meskipun disadari bahwa yang bersalin di klinik tersebut bukanlah hanya berasal dari masyarakat melainkan tersebar dari seluruh daerah.
Kota Kendari pada tahun 2007, dilaporkan 3 orang kasus ibu meninggal. Angka ini mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan terlambatnya pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, juga disebabkan oleh terlambatnya mengalami tindakan dan mengambil keputusan oleh ibu hamil (Dinkes, 2007).
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang studi komparatif pelayanan persalinan antara Puskesmas dengan Klinik Bersalin dimana kompetensi petugas, biaya persalina, kelengkapan sarana dan prasarana serta kepuasaan pasien sebagai variabel yang akan dibandingkan.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka di rumuskan masalah tentang studi komparatif pelayanan persalinan antara Puskesmas dengan Klinik Bersalin Tahun yang diuraikan dalam pertanyaan penelitian sebagai berikut:
1. Bagaimana perbandingan antara kompetensi petugas persalinan di Puskesmas dengan Klinik Bersalin Tahun ?
2. Bagaimana perbandingan antara biaya persalinan di Puskesmas dengan Klinik Bersalin Tahun ?
3. Bagaimana perbandingan antara kelengkapan sarana dan prasarana di Puskesmas dengan Klinik Bersalin Tahun ?
4. Bagaimana perbandingan antara kepuasan pasien bersalin di Puskesmas dengan Klinik Bersalin Tahun ?

C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui perbandingan pelayanan persalinan antara Puskesmas dengan Klinik Bersalin Tahun
2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui perbandingan antara kompetensi petugas persalinan di Puskesmas dengan Klinik Bersalin Tahun
b. Untuk mengetahui perbandingan antara biaya persalinan di Puskesmas dengan Klinik Bersalin Tahun
c. Untuk mengetahui perbandingan antara kelengkapan sarana dan prasarana di Puskesmas dengan Klinik Bersalin Tahun
d. Untuk mengetahui perbandingan antara kepuasan pasien bersalin di Puskesmas dengan Klinik Bersalin Tahun

D. Manfaat Penelitian
1. Hasil penelitian ini diharapan dapat menjadi salah satu masukan bagi Instansi yang terkait dalam menentukan kebijakan terhadap upaya peningkatan mutu pelayanan persalinan.
2. Hasil penelitian ini di harapkan dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan dalam rangka peningkatan mutu pelayanan persalinan di Puskesmas setempat.
3. Merupakan pengalaman yang sangat berharga untuk menambah wawasan, ilmu pengetahuan serta pengembangan kemampuan (life skill) bagi peneliti.



Download KTI Skripsi Kebidanan Keperawatan Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran No.275

untuk melihat kelengkapan isi KTI Skripsi silahkan KLIK DISINI

0 komentar:

BELUM KETEMU JUGA, CARI LAGI YANG TELITI: