KTI SKRIPSI KEBIDANAN KEPERAWATAN KESMAS KEDOKTERAN

Kumpulan KTI SKRIPSI Kebidanan Keperawatan Kesmas Kedokteran ini bertujuan untuk membantu para mahasiswa/i kebidanan keperawatan kesehatan masyarakat dan Kedokteran dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah dan Skripsi sebagai salah satu syarat dalam tugas akhir pendidikan. Kumpulan KTI Skripsi ini akan terus kami tambah, sehingga dapat memenuhi kebutuhan anda dalam mendapatkan contoh KTI Skripsi, jadi anda tidak perlu lagi membuang waktu dan biaya dalam mencari KTI yang anda inginkan.

Peran Keluarga Pada Remaja Putri Dalam Memberikan Informasi Tentang Menstruasi

Minggu, 16 Oktober 2011

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Menstruasi pertama sebenarnya merupakan puncak dari serangkaian perubahan yang terjadi pada seorang remaja putri yang sedang menginjak dewasa. Seorang anak yang akan menginjak usia remaja akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat cepat, baik dalam ukuran bentuk tubuh, maupun psikologis dan fungsi sosial. Perubahan-perubahan tersebut tidak terjadi secara spontan, tetapi melalui proses yang cepat setelah menstruasi pertama.
Menstruasi merupakan siklus bulanan yang normal terjadi pada wanita subur. Menstruasi pertama bisa menjadi saat yang meresahkan bagi remaja putri, seringkali disertai dengan perasaan takut, cemas dan membingungkan. Perasaan semacam ini disebabkan karena kurangnya atau salahnya informasi yang didapat anak mengenai menstruasi.
Biasanya anak perempuan belajar tentang menstruasi dari ibunya, tetapi sebagian ibu enggan untuk membicarakan hal ini secara terbuka karena masih banyak masyarakat yang menganggap menstruasi adalah permasalahan yang tabu. Hal inilah yang menyebabkan anak memandang menstruasi sebagai suatu masalah yang negatif.
Pada sebagian remaja putri menganggap menstruasi yang dialaminya sebagai satu beban baru atau sebagai tugas baru yang tidak menyenangkan, mereka merasa dibatasi kebebasan dirinya karena mereka tidak bisa berenang atau berolahraga. Bahkan meraka harus mencuci dan membersihkan darah menstruasinya sendiri. Semua ini menjadi pengalaman baru yang kurang menyenangkan bagi dirinya.
Peranan orang tua atau pendidik amatlah besar dalam memberikan alternative jawaban dari hal-hal yang dipertanyakan oleh remaja putrinya. Orang tua yang bijak akan memberikan lebih dari satu jawaban dan alternative supaya remaja itu bisa berpikir lebih jauh dan memilih yang terbaik. Orang tua yang tidak mampu memberikan penjelasan dengan bijak dan bersikap kaku akan membuat remaja tambah bingung. Remaja tersebut akan mencari jawaban diluar lingkaran orang tua dan nilai yang dianutnya ini bisa berbahaya jika lingkungan baru memberi jawaban yang tidak diinginkan atau bertentangan dengan yang diberikan oleh orang tua.
Dari permasalahan di atas, peneliti merumuskan masalah pentingnya peran keluarga pada remaja putri dalam memberikan informasi tentang menstruasi.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas dapat dirumuskan masalah yaitu Bagaimana Peran Keluarga Pada Remaja Putri Dalam Memberikan Informasi Tentang Menstruasi.

1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui peran keluarga pada remaja putri dalam memberikan informasi tentang menstruasi.
1.3.2 Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui peran keluarga pada remaja putri dalam memberikan informasi tentang menstruasi tentang tanda dan gejala yang menyertai menstruasi.
b. Untuk mengetahui peran keluarga pada remaja putri dalam memberikan informasi tentang tindakan kebersihan (hygiene) saat mengalami menstruasi.
c. Untuk mengetahui peran keluarga terhadap perubahan psikologis remaja putri yang mengalamai menstruasi.

1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1 Bagi Keluarga
Memudahkan bagi orang tua dalam proses penyampaian informasi pada remaja putri tentang menstruasi.
1.4.2 Bagi Peneliti
- Untuk menambah wawasan bagi peneliti tentang kesehatan reproduksi wanita khususnya tentang menstruasi.
- Penelitian ini memberikan motivasi diri peneliti dalam menggali berbagai informasi tentang sistem reproduksi wanita khususnya tentang menstruasi.
- Sebagai bahan acuan bagi peneliti selanjutnya untuk memudahkan melakukan penelitian dibidang kesehatan khususnya tentang menstruasi.
1.4.3 Bagi Institusi Pendidikan
Sebagai referensi diperpustakaan untuk menambah informasi bagi pembaca tentang menstruasi.

Download KTI Skripsi Kebidanan Keperawatan dan Kedokteran No.26

untuk melihat kelengkapan isi KTI Skripsi silahkan KLIK DISINI

Pelaksanaan Manajemen Keperawatan Terhadap Peningkatan Mutu Pelayanan Keperawatan di RS

ABSTRAK

Manajemen sebagai proses untuk melaksanakan pekerjaan melalui upaya orang lain, manajemen keperawaan suatu tugas yang harus dilaksanakan oleh pengelola keperawatan untuk merencakan, mengorganisikan, menggarahkan serta mengawasi sumber-sumber yang ada baik sumber daya manusia atau pun dana, sehingga dapat memberi pelayanan keperawatan yang efektif baik kepada pasien, keluarga dan masyarakat. Keperawatan merupakan model profesional dalam memenuhi kebutuhan dasar yang diberikan kepada individu baik sehat maupun sakit yang mengalami gangguan fisik, sosial agar dapat mencapai derajat kesehatan yang optimal. penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit ............. yang dimulai pada tanggal 24-27 Mei 2011. populasi dalam penelitian ini adalah perawat-perawat yang ada di lantai I, III, IV dan V berjumlah 20 perawat yang diambi secara acak sampel dalam penelitian menggunakan tehnik porposive sampel yaitu perawat-perawat yang dinas pagi yang berada di lantai I, III, IV dan V di Rumah Sakit ............. yang berjumlah 20 perawat. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Dari hasil penelitian yang diperoleh bahwa mayoritas responden menyatakan bahwa yang melaksanakan manajemen keperawatan di Rumah Sakit ............. baik. Hal tersebut dikarenakan manajemen keperawatan di rumah Sakit ............. tersebut ditata, diatur dengan baik. Dengan demikian peneliti menyarankan kepada tim pelaksanaan manajemen keperawatan agar tetap mempertahankannya atau lebih dtingkatkan lagi apa yang ada sekarang ini.
Kata Kunci : Manajemen Keperawatan, Mutu Pelayanan Keperawatan
Daftar Pustaka : 10 Buku (2011)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Istilah manajemen berasal dari kata management (bahasa Inggris) turun dari kata ”to Manage” yang artinya mengerus atau tata laksana. Sehingga manajemen dapat diartikan bagaimana cara manager “orangnya” mengatur, membimbing dan memimpin semua orang yang menjadi pembantunya agar usaha yang sedang digarap dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Manajemen juga dapat diartikan lagi proses perencanaan, pengorganisasiaan, pengarahan dan pemantaun berbagai upaya dari anggota, organisasi dan menggunakan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Manajemen diartikan secara singkat sebagai proses untuk melaksanakan pekerjaan melalui upaya orang lain. Sedangkan manajemen keperawatan sendiri diartikan secara singkat sebagai proses pelaksanaan pelayanan keperawatan melalui staf keperawatan untuk memberi asuhan keperawatan. Pengobatan dan rasa aman kepada pasien, keluarga, masyarakat. (Syafruddin, SKM. M. Kes. 2009)
Manajemen keperawatan adalah suatu tugas khusus yang harus dilaksanakan oleh pengelola keperawatan untuk merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan serta mengawasi sumber-sumber yang ada baik sumber daya manusia, atau pun dana sehingga dapat memberikan pelayanan keperawatan yang efektif. Baik kepada pasien keluarga dan masyarakat. (Suyanto, SKP. M. Kep 2008)
Keperawatan adalah model pelayanan profesional dalam memenuhi kebutuhan dasar yang diberikan kepada indivudi baik sehat maupun sakit yang mengalami gangguan, fisik, psikis, sosial agar dapat mencapai derajat kesehatan yang optimal. (Nursalam, 2009)
Mutu adalah meurpakan suatu proses pemenuhan kebutuhan dan harapan konsumen baik internal maupun eksternal. (Al Azzap, 2009)
Pelayanan keperawatan adalah merupakan bantuan yang diberikan kepada individu yang sedang sakit untuk dapat memenuhi kebutuhannya, sebagai makhluk hidup yang beradaptasi terhadap stress dengan menggunakan potensi yang ada pada diri individu itu sendiri.
Rumah sakit merupakan suatu tempat untuk melaksanakan upaya peningkatan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit, serta memulihkan kesehatan. Masyarakat telah menganggap bahwa rumah sakit adalah harapan terakhir bagi orang yang sedang sakit. Bahkan ada sebagian masyarakat yang berperilaku untuk segera berobat kerumah sakit hanya jika mereka menderita suatu penyakit tertentu. Peningkatan mutu sebagai salah satu upaya merupakan tujuan dasar dari pelayanan keperawatan, yakni melindungi pasien, tenaga kesehatan dan organisasi tersebut. Adapun perubahan sosial budaya masyaraka dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Peningkatan pengetahuan demikian cepat. Serta diikuti oleh tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang lebih baik, mengharuskan sarana pelayanan kesehatan untuk mengembangkan diri secara terus menerus seiring dengan perkembangan yang ada pada masyrakat tersebut. Oleh sebab itu setiap rumah sakit maupun puskesmas seharusnya meningkatkan penampilan masing-masing secara terencana sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat agar dapat terus berkembang. (M. Fais Satrianegara, 2009)
Hal yang membuat peneliti tertarik dalam mengambil judul “Pelaksanaan Manajemen Keperawatan terhadap peningkatan mutu pelayanan keperawatan” bahwasanya keperawatan di Indonesia dimasa depan perlu mendapatkan prioritas utama dalam meningkatkan mutu pelayanan keperawatan khususnya di negara kita Indonesia.

1.2. Rumusan Masalah
Dari latar belakang didapatkan perumusan masalah yaitu bagaimana “Pelaksanaan Manajemen Keperawatan Terhadap Peningkatan Mutu Pelayanan Keperawatan di R.S.U. .............

1.3. Tujuan Peneliti
1.3.1. Tujuan Umum
Untuk Mengetahui Pelaksanaan Manajemen Keperawatan Terhadap Peningkatan Mutu Pelayanan Keperawatan di R.S.U ............. .
1.3.2. Tujuan Khusus
1. Untuk mengetahui pelaksanaan manajemen keperawatan berdasarkan proses
2. Untuk mengetahui pelaksanaan manajemen keperawatan berdasarkan prinsif
3. Untuk mengetahui pelaksanaan manajemen keperawatan berdasarkan kerangka konsep dan pilosofi
4. Untuk mengetahui pelaksanaan manajemen keperawatan berdasarkan fungsi
5. Untuk mengetahui peningkatan mutu pelayanan keperawatan berdasarkan strategi

1.4. Manfaat Penelitian
1. Bagi Rumah Sakit
Hasil penelitian ini dapat digunakan mengevalusi manajemen keperawatan yang sudah ada dengan maksud untuk lebih meningkatkan dan mempertahankan mutu pelayanan keperawatan di R.S.U. ............. .
2. Bagi Institusi Akper Harapan Mama
Sebagai informasi / sumber bacaan di perpustakaan Akper Harapan Mama dalam meningkatkan mutu pelayanan keperawatan agar lebih baik kedepan khususnya dalam bidang manajemen keperawatan
3. Bagi Peneliti Sendiri
Sebagai ilmu pengetahuan dan tambahan ilmu khususnya dibidang keperawatan tentang pelaksanaan manajemen keperawatan di R.S.U ............. .
4. Bagi Penelitian Lainnya
Sebagai masukan bagi peneliti lainnya yang ingin meneliti tentang penelitian yang berkaitan dengan ”Pelaksanaan manajemen keperawtan terhadap peningkatan mutu pelayanan keperawatan di Rumah Sakit.
Perawat dituntut selalu melaksanakan asuhan keperawatan dengan benar atau rasional dan baik atau etika. Hal ini berkaitan dengan tuntutan profesi dan tuntutan global. Mengingat setiap perkembangan dan perubahan memerlukan pengelolaan yang profesional setiap mempertahankan setiap perubahan yang terjadi di Indonesia.
(Nursalam, 2009)
Berdasarkan latar belakang diatas penulis tertarik mengambil ”Pelaksanaan Manajemen Keperawatan Terhadap Peningkatan Mutu Pelayanan Keperawatan di R.S.U. ............. .

Download KTI Skripsi Kebidanan Keperawatan dan Kedokteran No.25

untuk melihat kelengkapan isi KTI Skripsi silahkan KLIK DISINI

Motivasi Remaja Dalam Melakukan Tindakan Sadari Sebagai Upaya Pencegahan Terjadinya Kanker Payudara

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Kanker payudara disebut juga dengan Carcinoma Mammae adalah sebuah tumor ganas yang tumbuh dalam jaringan payudara. Tumor ini dapat tumbuh dalm kelenjar susu, jaringan lemak, maupun pada jaringan ikat payudara. (Suryaningsih, 2009).
Kanker payudara dapat menyerang siapa saja, terutama kaum perempuan. Di Asia, sebenarnya insiden kanker payudara masih rendah : 20 kasus baru di antara 100.000 penduduk.
Amerika Serikat dan negara maju jauh lebih tinggi yaitu 100 kasus baru per 100.000 penduduk dan sekitar 40.000 akan meninggal akibat penyakit ini. (www.google.com).
Penderita kanker tertinggi di Indonesia adalah kanker payudara menempati urutan pertama dari seluruh kanker pada perempuan dengan penemuan kasus baru 22,7 pasien dan jumlah kematian 14 persen per tahun dari seluruh penyakit kanker yang diderita perempuan di dunia.
Insiden kanker di Indonesia masih belum diketahui secara pasti karena belum ada registrasi kanker berbasis populasi yang dilaksanakan. Tetapi berdasarkan data globoon, IARC 2002, didapatkan estimasi insidens kanker payudara di Indonesia sebesar 26 per 100.000 perempuan. (www.kompas.com).
Di negara berkembang, setiap tahunnya lebih dari 580.000 kasus kanker payudara ditemukan. Kurang lebih 372.000 pasien meninggal karena penyakit ini. Data WHO (World Health organization) menunjukkan bahwa 78% kanker payudara terjadi pada wanita usia 50 tahun ke atas, sedangkan 6% nya pada usia kurang dari 40 tahun.
Kehidupan saat ini dipenuhi oleh bahan-bahan yang kemungkinan dapat memicu kanker payudara seperti makanan dengan kandungan bahan kimia atau zat-zat adituf yang berbahaya dan penggunaan alat KB hormonal yang tidak terkontrol dengan baik.
Para wanita bisa mencegah terjadi penyakit berbahaya itu dengan mengadakan deteksi awal. Para wanita bisa melakukan pencegahan dengan cara SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) atau dalam bahasa Inggris disebut breast self-exam ini penting, karena 85% benjolan di payudara ditemukan oleh penderita sendiri. (www.google.com)
Berdasarkan survey yang dilakukan peneliti di Akademi Keperawatan ............ khusus pada mahasiswa 5 orang, ditemukan adanya benjolan pada payudara. Maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Motivasi Remaja Untuk Melakukan Tidakan Sadari Sebagai Upaya Pencegahan Terjadinya Kanker Payudara di Akademi ............ Tahun 2011”.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti tertarik untuk meneliti tentang masalah bagaiaman Motivasi Remaja Untuk Melakukan Tidakan Sadari Sebagai Upaya Pencegahan Terjadinya Kanker Payudara di Akademi ............ Tahun 2011”.

1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan umum
Untuk mengetahui bagaimana Motivasi Rejama Dalam Melakukan Tindakan Sadari.
1.3.2 Tujuan Khusus
1. Bagaimana Motivasi Remaja Dalam Melakukan Tindakan Sadari di
Akademi ............ berdasarkan yang dipelajari (keingintahuan).
2. Bagaimana Motivasi Remaja Dalam Melakukan Tindakan Sadari di Akademi ............ berdasarkan pengetahuan (kognitif).
3. Bagaimana Motivasi Remaja Dalam Melakukan Tindakan Sadari di Akademi ............ berdasarkan ekspresi diri

1.4 Manfaat Penelitian
a. Bagi Kaum Remaja
Meningkatkan pengethauan remaja dalam melakukan tindakan sadari dan sebagai masukan bagi remaja bahwa motivasi dapat mendorong remaja untuk mengambil sikap ataupun keputusan.
b. Bagi Instansi Pendidikan
Dalam menyediakan bahan makanan hendaklah bahan makanan yang mengandung gizi yang baik untuk kesehatan serta menghindari dari berbagai macam penyakit seperti Ca. Mammae.
c. Manfaat Bagi Institusi
Hasil penelitian yang dapat digunakan untuk masukan dan referensi di dalam pustaka.
d. Bagi Peneliti
- Merupakan pengalaman belajar dalam melaksanakan riset keperawatan dan dapat mengetahui informasi yang diperlukan sehingga dengan memotivasi remaja untuk melakukan tindakan sadari dan menambah pengetahuan tentang cara pencegahan dan pendeteksi dini Ca. Mammae.
- Merupakan salah satu syarat untuk lulus program D III Keperawatan.

Download KTI Skripsi Kebidanan Keperawatan dan Kedokteran No.24

untuk melihat kelengkapan isi KTI Skripsi silahkan KLIK DISINI

Karakteristik Wanita Dengan Kanker Payudara Di Rumah Sakit

ABSTRAK

Kanker payudara adalah suatu penyakit Neoplasma yang ganas yang berasal dari parenchyma dimana sel telah kehilangan mekanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali. Masalah kanker payudara juga ditandai dengan tingginya mortalitas, untuk itu tingginya kematian kanker payudara berhubungan dengan keterlambatan diagnosis. Beberapa data menunjukkan bahwa > 50% pasien datang dalam stadium lanjut (stage III dan IV). DiIndonesia angka kejadian kanker payudara diperkirakan 26 per 100.000 perempuan.Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik wanita dengan kanker payudara di Rumah Sakit ........ Periode 2008 – 2010. jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan data sekunder dari Medical record dengan total sampling yaitu sebanyak 40 orangDari hasil peneliti diketahui bahwa penderita kanker payudara dipengaruhi oleh faktor umur, paritas, pekerjaan dan faktor penyebab. Penderita kanker payudara berdasarkan umur mayoritas ditemukan umur 41 - 46 tahun sebanyak 16 orang (40%) dan minoritas pada umur 71 – 76 tahun yaitu sebanyak 2 orang (5%). Berdasarkan paritas mayoritas penderita kanker payudara ditemukan pada paritas multipara sebanyak 37 orang (92,5%) dan minoritas ditemukan pada wanita primipara yaitu sebanyak 1 orang (2,5%). berdasarkan pekerjaan mayoritas ditemukan pada jenis pekerjaan IRT yaitu sebanyak 17 orang (42,5%) dan minoritas ditemukan wanita bekerja sebagai wiraswasta yaitu sebanyak 9 orang (22,5%. Berdasarkan faktor oenyebab pada wanita mayoritas ditemukan riwayat keluarga atau faktor genetik yaitu sebanyak 12 orang (30%). Dan minoritas ditemukan pada penggunaan hormon yaitu sebanyak 1 orang (2,5%) Berdasarkan hasil penelitian diatas diharapkan kepada tenaga kesehatan agar kiranya lebih meningkatkan mutu pelayanan dalam upaya deteksi secara dini kanker payudara dan memberikan asuhan kebidanan kepada para wanita mengenai pentingnya pemeriksaan payudara sendiri (SADARI)
Kata Kunci : Kanker Payudara
Daftar Pustaka : 14 buku (2002 – 2010)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Kanker payudara adalah suatu penyakit Neoplasma yang ganas yang berasal dari parenchyma dimana sel telah kehilangan pengendalian mekanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali.
Masalah kanker payudara juga ditandai dengan tingginya mortalitas, untuk itu tingginya kematian kanker payudara berhubungan dengan keterlambatan diagnosis, beberapa data menunjukkan bahwa lebih dari 50% pasien datang dalam stadium lanjut (stage III dan IV). Keterlambatan pengobatan, Bila seorang wanita yang terkena kanker payudara dan pada awalnya wanita tersebut tidak mengacuhkannya sehingga keadaannya semakin parah bahkan sampai pada stadium lanjut dan pada akhirnya deteksi dini dan penanganan kanker payudara menjadi terlambat. tingginya mortalitas ini tidak hanya disebabkan oleh keterlambatan kemampuan pengobatan dirumah sakit tetapi lebih disebabkan oleh faktor – faktor pasien itu sendiri seperti : keterlambatan pengobatan, keterlambatan ekonomi (kebanyakan masalah sosial ekonomi rendah) serta rendahnya pengetahuan tentang kanker payudara dan kematian biasanya tidak langsung disebabkan oleh kanker payudara itu sendiri tetapi karena kanker payudara mempunyai metastasis yang cepat dan jauh (Quik metastasis) misalnya paru – paru dan tulang (Dr. MN. Bustan. 2007).
Menutut Moningkey dan kodim, penyakit spesifik kanker payudara masih belum diketahui, tetapi terdapat banyak faktor yang diperkirakan mempunyai pengaruh terjadinya kanker payudara yaitu :
1. Faktor reproduksi
2. Pengunanaan hormon
3. Penyakit fibrokistik
4. Obesitas
5. Konsumsi lemak
6. Radiasi
7. Riwayat keluarga dan faktor genetik
(Astana, 2009).
Kanker payudara adalah jenis kanker yang paling banyak ditemui dinegara – negara yang sedang berkembang, menurut WHO menyebutkan 8 – 9% wanita akan mengalami kanker payudara dalam hidupnya (Cyntia, 2009). Diperkirakan pada tahun 2006 di Amerika terdapat 212.920 kasus baru kanker payudara pada wanita dengan 40.970 kasus kematian pada wanita (Anonimc, 2006) (Kumalasari, http://www. Mediasehat.,com/utama 2007-php
Walaupun belum ada data statistic yang akurat di Indonesia, namun data yang terkumpul dari rumah sakit menunjukkan bahwa kanker payudara menduduki ranking pertama diantara kanker lainnya pada wanita, baik menurut penyelidikan bagian patologi Universitas Indonesia (Prof. Soetomo Tjokronegoro).
Berdasarkan system informasi Rumah sakit tahun 2007 kanker payudara menempati urutan pertama pada pasien rawat inap diseluruh rumah sakit di Indonesia (16,5%) kanker tertinggi yang diderita wanita Indonesia adalah kanker payudara dengan angka kejadian 26 per100.000 perempuan. (Sudarianto. 2010). (http://berita .kapan lagi-com/pernik/kasus kanker-payudara-masih-tertinggi.html
Menurut prevalensi data dari Departemen Kesehatan RI tahun 2007 kejadian kanker payudara sebanyak 8.227 kasus atau 16,5% dan kanker leher rahim 5.786 kasus atau11,78% “katanya,di Sumatera utara,kamis 4/2/2010.
Media Simatea Utara Com/READ/2010/02/04/121138/71/14/Kanker Payudara Masih-Dominan.
Berdasarkan survey awal yang dilakukan di ruang rekam medik Rumah Sakit ........ tentang kasus wanita dengan kanker payudara periode 2008 – 2010 yaitu 40 jumlah kasus.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis merumuskan permasalahan yaitu Bagaimana Karakteristik Wanita Dengan Kanker Payudara di Rumah Sakit ........ yaitu Periode 2008 - 2010

1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui distribusi karakteristik wanita dengan kanker payudara dan penyebabnya pada pasien dengan kanker payudara di Rumah Sakit ........ Periode 2008 – 2010.
1.3.2 Tujuan Khusus
1. Untuk mengetahui Distribusi Karakteristik Wanita dan Kanker Payudara berdasarkan umur di Rumah Sakit ........ periode 2008 – 2010.
2. Untuk mengetahui Distribusi Karakteristik Wanita dan Kanker Payudara berdasarkan paritas di Rumah Sakit ........ periode 2008 – 2010.
3. Untuk mengetahui Distribusi Karakteristik Wanita dan Kanker Payudara berdasarkan pekerjaan di Rumah Sakit ........ periode 2008 – 2010.

1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1 Bagi Pihak RSU ........
Sebagai bahan masukan untuk meningkatkan mutu pelayanan kebidanan khususnya dengan kasus kanker payudara
1.4.2 Bagi Instansi Pendidikan
Penelitian ini dapat dijadikan bahan bacaan di perpustakaan Akademi Kebidanan ............ Kabupaten ............
1.4.3 Bagi Peneliti
Untuk menambah wawasan pengetahuan dan pengalaman peneliti tentang karakteristik wanita dengan kanker payudara di Rumah Sakit ........ Periode 2008 – 2010.


Download KTI Skripsi Kebidanan Keperawatan dan Kedokteran No.23

untuk melihat kelengkapan isi KTI Skripsi silahkan KLIK DISINI

Karakteristik Balita Dengan Demam Kejang di Rumah Sakit

ABSTRAK

Demam Kejang adalah perubahan fungsi otak mendadak dan sementara akibat dari aktifitas neuronal yang abnormal dan pelepasan listrik serebral yang berlebihan. Dengan penanggulangan yang tepat prognosisnya baik dan tidak menyebabkan kematian. Kejadian demam kejang diperkirakan 2 – 4% di Amerika Serikat, Amerika Selatan, dan Eropa Barat. Di Asia dilaporkan lebih tinggi. Kira-kira 20% kasus merupakan Demam Kejang Kompleks. Dan lebih sering terjadi pada anak laki- laki. Dan di Indonesia khususnya didaerah Tegal, Jawa Tengah tercatat 6 balita tewas akibat serangan demam kejang, dari 62 kasus penderita demam kejang. Penelitian ini bersifat deskriptif untuk mengetahui Karakteristik Balita Dengan Demam Kejang yang dilakukan pada bulan Februari-Juni dengan menggunakan data sekunder yang di peroleh dari Medical Record Rumah Sakit ......... sebanyak 52 orang. Setelah diolah selanjutnya data dimasukan kedalam tabel distribusi frekuensi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti tentang karakteristik balita dengan demam kejang berdasarkan umur 2-4 tahun yaitu sebanyak 26 orang (50%), karakteristik balita dengan demam kejang berdasarkan jenis kelamin mayoritas ditemukan pada jenis kelamin laki-laki sebanyak 34 orang(65,39%), sedangkan karakteristik balita dengan demam kejang berdasarkan jenis persalinan Sectio cesaria sebanyak 28 orang (53,85%). Diharapkan kepada petugas kesehatan agar lebih meningkatkan mutu pelayanan baik dari segi kwalitas maupun kwantitas dalam memberikan pelayanan. Serta untuk melengkapi fasilitas peralatan medis, serta khususnya di bagian rekam medik agar dapat lebih, melengkapi data secara akurat terutama yang berkaitan dengan kasus demam kejang.
Kata Kunci : Karakteristik Balita, Demam Kejang.
Daftar Pustaka : 16 Referensi (2002-2010)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Demam bukanlah penyakit, melainkan gejala suatu penyakit, salah satu penyebab demam adalah akibat infeksi virus misalnya seperti flu, cacar, campak, SARS, demam berdarah, tifus, radang tenggorokan dan lain-lain. (Nakita,2007)
Secara sederhana, demam adalah kenaikan suhu tubuh diatas normal, meskipun tidak semua kenaikan suhu tubuh termasuk demam. Dan kenaikan suhu tubuh merupakan bagian dari reaksi biologis kompleks, yang diatur dan dikontrol oleh susunan syaraf pusat. Demam merupakan gambaran karakteristik dari kenaikan suhu oleh karena berbagai penyakit infeksi dan noninfeksi, sehingga perlu dibedakan dari kenaikan suhu oleh karena stres demam dan penyakit demam. Sebagai manifestasi klinis, maka demam terjadi pada sebagian besar penyakit infeksi yang ringan dan serius. (Maulana,2009)
Suhu tubuh yang tinggi pada saat demam dapat menimbulkan serangan kejang, demam kejang merupakan salah satu penyakit yang sering dialami oleh anak, dan kalangan awam lebih sering menyebutnya dengan istilah Step, sementara istilah medisnya adalah Confulsio Febrillis. Demam kejang lazim terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun, sampai usia 2 tahun rata-rata anak menderita demam sampai enam kali serangan. (Nakita, 2007)
Tetapi tiap anak mempunyai ambang kejang yang berbeda dan tergantung dari tinggi rendahnya ambang kejang seorang anak. Pada anak dengan ambang kejang yang rendah, kejadian kejang terjadi pada suhu 38 0 C sedangkan anak dengan ambang kejang tinggi, kejang baru terjadi pada suhu 40 0C atau lebih. (Maulana, 2009)
Demam adalah penyebab utama terjadinya demam kejang. Selain itu terdapat faktor riwayat demam kejang pada orang tua atau saudara kandung, perkembangan terlambat, problem pada masa neonatus, anak dalam perawatan khusus, dan kadar natrium yang rendah. Setelah demam kejang pertama, kira-kira 33% anak akan mengalami satu kali rekurensi atau lebih, dan kira-kira 9% anak mengalami 3 kali rekurensi atau lebih, risiko rekurensi meningkat dengan usia dini, cepatnya anak mendapat kejang setelah demam timbul, temperatur yang rendah saat kejang, riwayat keluarga demam kejang, dan riwayat keluarga epilepsi. ( Mansjoer, 2000 )
Demam kejang terdiri dari dema kejang sederhana, dan demam kejang kompleks. (Faiq, 2007)
Demam kejang sederhana tidak menyebabkan kelumpuhan, meninggal atau ganguan kepandaian. Resiko untuk menjadi epilepsi dikemudian hari juga sangat kecil, sekitar 2% hingga 3%. Risiko terbanyak adalah berulang demam kejang, yang dapat terjadi pada 30 sampai 50% anak. Risiko-risiko tersebut lebih besar pada demam kejang kompleks. (Sabrina, 2008)
Kejadian demam kejang diperkirakan 2-4% di Amerika Serikat, Amerika Selatan, dan Eropa Barat. Di Asia dilaporkan lebih tinggi. Kira-kira 20% kasus merupakan demam kejang kompleks. Umumnya demam kejang timbul pada tahun kedua kehidupan (17-23 bulan). Demam kejang sedikit lebih sering pada laki-laki.
( Mansjoer, 2000 )
Bila kejang sering berulang dan berlangsung lama (lebih dari 5 menit), bisa mengakibatkan kerusakan sel-sel otak akibat terhambatnya aliran oksigen ke otak, hal ini dapat menyebabkan epilepsi, kelumpuhan, bahkan retardasi mental. (Nakita, 2007)
Angka kejadian epilepsi berbeda-beda tergantung dari cara penelitiannya; Lumbang Tobing (1975) mendapatkan 6%, sedangkan Livingstone (1954) dari golongan demam kejang sederhana mendapatkan 2,9% yang menjadi epilepsi, dan golongan epilepsi yang diprovokasi oleh demam ternyata 97% menjadi epilepsi. Dengan penanggulangan yang tepat dan cepat prognosisnya baik dan tidak perlu menyebabkan kematian. (Ngastiyah, 2005)
Di Indonesia khususnya didaerah tegal, jawa tengah tercatat 6 balita meninggal akibat serangan demam kejang, dari 62 kasus penderita demam kejang (Kuncoro, 2009)
Selain itu di ......... penyakit demam kejang menjadi penyakit peringkat pertama yang ditangani dokter di Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi selama Agustus-Desember 2010. Berdasarkan data Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi pasien yang dirawat inap sebanyak 155 pada bulan Agustus. Kemudian pada bulan Desember berjumlah 177 pasien. ( Indragunawan, 2009 )
Sedangkan berdasarkan data survei awal peneliti pada tanggal 24 Februari 2010 di Rumah Sakit terdapat kasus balita dengan demam kejang berjumlah 52 orang balita yang mengalami demam kejang selama periode 2007 - 2010.
Sesuai dengan uraian tersebut maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dalam bentuk Karya Tulis Ilmiah dengan judul “Karakteristik Balita Demam Kejang di Rumah Sakit Periode 2007 - 2010”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, peneliti merumuskan pertanyaan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana “ Karakteristik Balita Dengan Kejang di Rumah Sakit ......... Periode 2007–2010”.
1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui Karakteristik balita dengan Demam Kejang di Rumah Sakit ......... Periode 2007 - 2010
1.3.2 Tujuan Khusus
1. Untuk mengetahui distribusi Balita dengan Demam Kejang Berdasarkan Umur Bayi di Rumah Sakit ......... pada Periode 2007 - 2010.
2. Untuk mengetahui distribusi Balita Dengan Demam Kejang Berdasarkan Jenis Kelamin di Rumah Sakit ......... pada Periode 2007 – 2010.
3. Untuk mengetahui distribusi Balita dengan Demam Kejang Berdasarkan Jenis Persalinan Ibu di Rumah Sakit ......... Pada Periode 2007 - 2010.
1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1 Bagi Pihak Rumah Sakit Umum .........
Sebagai bahan pertimbangan dan masukan bagi Rumah Sakit ......... dalam meningkatkan pelayanan terutama pada Balita Demam Kejang.
1.4.2 Bagi Instansi Pendidikan
Dapat dijadikan sebagai bahan bacaan serta untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan mahasiswi Akbid .............
1.4.3 Bagi Peneliti
Untuk menambah wawasan dan pengetahuan dalam menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama pendidikan baik itu teori maupun praktek khususnya dalam pelaksanaan metodologi penelitian.

Download KTI Skripsi Kebidanan Keperawatan dan Kedokteran No.22

untuk melihat kelengkapan isi KTI Skripsi silahkan KLIK DISINI

Gambaran Pengetahuan Wanita Umur 40-60 Tahun Tentang Menopause di Desa

Sabtu, 01 Oktober 2011

ABSTRAK
Telah dilakukan penelitianyang bertujuan untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Wanita umur 40-60 Tahun Tentang Menopause di Dusun VIII Desa  Pekan Kecamatan  Kabupaten . Penelitian ini bersifat deskriptif eksploratif dengan meneliti langsung menggunakan kuesioner terhadap 70 responden yaitu terhadap wanita menopause di Dusun VIII Desa  Pekan Kecamatan  Kabupaten . Pengolahan data dilakukan sesuai dengan editing, koding, tabulating kemudian menganalisa data dengan melihat bentuk tabel frekuensi, kemudian dilanjutkan dengan membahas hasil penelitian dengan menggunakan teori yang ada. Dari hasil penelitian terhadap 70 responden mayoritas pengetahuan cukup sebanyak 29 responden (44,5%) kurang sebanyak 22 responden ((31,4%) dan baik sebanyak 19 responden (27,1%). Mayoritas responden berumur 56 – 60 tahun berpengetahuan kurang sebanyak 9 responden dan minorias berpengetahuan baik sebanyak 2 responden (3,9%). Mayoritas responden dengan pekerjaan petani berpengetahuan kurang sebanyak 12 responden (17,1%) dan minoritas berpengetahuan kurang sebanyak 0 responden (0%). Mayoritas responden dengan tingkat pendidikan SD berpengetahuan kurang sebanyak 14 responden (20%) dan minoritas berpengetahuan baik sebanyak 0 responden (0%). Kesimpulan dari hasil penelitian, mayoritas responden berpengetahuan cukup dan kurang, oleh karena itu untuk meningkatkan Gambaran Pengetahuan Wanita Umur 40-60 tahun tentang menopause perlu diadakan penyuluhan yang diberikan tim kesehatan mengenai menopause.
Daftar Pustaka    :    9 (2005 – 2009)
Kata Kunci    :    Pengetahuan Wanita, Menopause.
BAB  I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
Menopause merupakan peristiwa yang sangat wajar dan ilmiah pada seorang wanita, tetapi banyak menimbulkan keluhan dan gangguan yang dirasakan. Keluhan dan gangguan yang dirasakan oleh para wanita yang mengalami menopause biasanya hanya ditanggapi sebagai proses “menua” atau justru disangka sebagai gejala dan penyakit lain, sehingga pengobatan yang diberikan tidak sesuai.
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran, maka rahasia fisiologis yang terjadi pada seorang wanita yang mengalami menopause berhasil di singkap, sehingga mampu menawarkan alternatif cara untuk menanggulanginya. Namun demikian belum banyak masyarakat awam dan para professional kesehatan mengetahui hal ini.
Pencapaian usia 40 tahun dan bahkan 80 tahun, pada tahun 2000-an bahkan sesuatu yang mustahil, kondisi kesehatan yang baik ditunjang dengan sistem keluarga berencana (KB) yang sempurna memungkinkan semua itu terjadi. Sebenarnya proses penuaan telah terjadi sejak manusia dilahirkan ke dunia dan proses ini terjadi terus menerus sepanjang kehidupannya sesuai dengan hukum alam. Secara khusus pada wanita proses penuaan ini mempunyai dampak tersendiri terhadap siklus haidnya. Siklus haid tersebut setiap bulannya akan mulai terganggu dan akhirnya menghilang sama sekali. Terganggu sampai hilangnya proses haid ini merupakan hal wajar yang sadar atau tidak sadar akan dialami semua wanita normal.
Dua peristiwa penting terjadi dalam kehidupan seorang wanita yaitu hamil dan menopause. Dua peristiwa tersebut banyak persamaannya yaitu ketika terjadi interaksi perubahan hormonal yang mendasar. Dua peristiwa emosional yang mengikuti perubahan sosial yang penting dalam peranan dan struktur keluarganya. Semasa kehamilan dan menopause, beberapa masalah tertentu sangat berarti bagi kebanyakan wanita dan dapat membuat mereka merasa lebih cemas. Hal ini disebabkan oleh pengetahuan masyarakat yang masih sangat terbatas berkaitan dengan dua hal tersebut di atas.
Gejala-gejala lain yang menandai datangnya masa menopause seperti hot flushes (samburan panas dari dada hingga wajah), night sweat (keringat dimalam hari), falique (mudah capek), kekeringan vagina, penurunan libio, disparaeuhia (rasa sakit ketika berhubungn seksual), perubahan pada kulit, kegemukan badan bahkan osteoporosis (keropos tulang pada jangka panjang). (Kuntjoro, 2002).
Menurut Menteri Kesehatan Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp, berdasarkan sensus penduduk tahun 2006 jumlah perempuan berusia diatas 50 tahun baru mencapai 15,5 juta orang atau 7,6% dari total penduduk berdasarkan survey pusat berita dan informasi Kabupaten  terhadap 745 wanita yang menopause dalam The Secret Guide to Womens Health juga diketahui bahwa 28% wanita diatas 35 tahun tidak pernah melakukan seks. Jumlah itupun semakin berkurang pada wanita yang memiliki anak satu atau dua, dan berdasarkan survey peneliti di Desa  Kecamatan  terdapat sekitar 70 orang yang sudah memasuki masa menopause.
Beberapa wanita yang mengalami menopause mengatakan bahwa mereka telah mendengar khotbah yang sama dari dokternya pada waktu yang berbeda seperti, jangan cemas, itu hanya disebabkan usia anda/karena anda sedang hamil. Hal itu akan segera berlalu jika anda sudah terbiasa dengannya “bersabarlah” banyak wanita yang mengalami menopause mereka sangat kesepian dan tidak mempunyai teman untuk diajak berbicara atau yang dimintai nasehat.
Rasa cemas mereka dapat dicampuri dengan adanya banyak mitos tentang menopause, yang ternyata tidak semuanya merupakan omong kosong belaka. Menopause merupakan masalah normal, sedangkan penerimaannya berbeda-beda diantara para wanita. Dengan demikian alangkah baiknya apabila masalah menopause ini diketahui secara jelas oleh setiap wanita di Indonesia.
Selain itu, mengingat ibu juga sebagai pemelihara ketenangan, kesehatan dan kerukunan keluarga, juga terkadang ikut mencari nafkah tambahan bagi keluarga, sedangkan ayah sebagai pencari nafkah pokok untuk menopang kehidupan keluarga serta anak-anak yang umumnya pada usia itu sudah mencapai akil baliq, maka perubahan-perubahan normal si ibu sebaiknya dikenal, diketahui dan dipahami dengan baik dan benar oleh semua anggota keluarga terutama suami.

1.2    Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, adapun menjadi perumusan masalah peneliti adalah : Bagaimanakah Gambaran Pengetahuan Wanita Umur 40-60 Tahun Tentang Menopause di Dusun VIII Desa  Pekan Kecamatan  Kabupaten  Tahun 2011

1.3    Tujuan Penelitian
1.3.1    Tujuan Umum
Untuk memperoleh Gambaran Pengetahuan Wanita Umur 40-60 Tahun Tentang Menopause di Dusun VIII Desa  Pekan Kecamatan  Kabupaten
1.3.2    Tujuan Khusus
-    Untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Wanita Umur 40-60 Tahun Tentang Menopause di Dusun VIII Desa  Pekan Kecamatan  Kabupaten  berdasarkan pendidikan.
-    Untuk mengetahui pengetahuan Wanita Umur 40-60 Tahun Tentang Menopause di Dusun VIII Desa  Pekan Kecamatan  Kabupaten  berdasarkan pekerjaan.
-    Untuk mengetahui pengetahuan Wanita Umur 40-60 Tahun Tentang Menopause di Dusun VIII Desa  Pekan Kecamatan  Kabupaten  berdasarkan usia.

1.4    Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini adalah :
-    Bagi peneliti sebagai sarana untuk menerapkan ilmu dan teori yang diperoleh di tempat kuliah.
-    Sebagai bahan masukan bagi para ibu-ibu di  tentang menopause di Dusun VIII Desa  Pekan Kecamatan  Kabupaten
-    Untuk melengkapi khasanah bacaan / perpustakaan  Jurusan Keperawatan / Kebidanan dan juga untuk mengembangkan penelitian selanjutnya bagi yang berminat.


Download KTI Skripsi Kebidanan Keperawatan dan Kedokteran No.21

untuk melihat kelengkapan isi KTI Skripsi silahkan KLIK DISINI

Gambaran Pengetahuan Tentang Seks Bebas Pada Mahasiswa yang Tinggal di Kost

ABSTRAK
Seks bebas merupakan maraknya pergaulan bebas dikalangan remaja akhir-akhir ini, hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan mereka tentang pendidikan seks yang jelas dan benar. Dari itu perlu memberikan pengarahan yang jelas dan benar tentang seks bebas tersebut diharapkan dapat menurunkan prilaku seks tersebut, penelitian ini menggunakan ekstristip yang bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang seks bebas di kost Kompleks    . Penelitian ini dilakukan pada Bulan Mei sampai dengan Juli 2011. Metode pengumulan data dengan cara membagikan Quisioner. Cara pengambilan sampel dengan menggunakan teknik sampel jenuh dengan mengambil sampel seluruh populasi yang berjumlah 20 orang (responden). Dari hasil penelitian didapatkan gambaran pengetahuan mahasiswa tentang seks bebas yang tinggal di kost berdasarkan pengetahuan mahasiswa tentang seks bebas mayoritas berpengetahuan cukup sebanyak 14 responden (70%) dan minoritas berpengetahuan baik sebanyak 6 orang (30%), 20 orang (100%), berdasarkan gambaran mahasiswa tentang seks bebas agar tidak melakukan seks bebas dan berganti-ganti pasangan mayoritas berpengetahuan cukup sebanyak 19 orang (95%) dan minoritas berpengetahuan baik 1 orang (5%). Dengan ini diharapkan bagi mahasiswa untuk mengetahui bahaya seks bebas serta berpikir akan penyakit yang mungkin akan ditimbulkan seks bebas dengan cara mendapatkan sumber-sumber tentang pengetahuan seks dari berbagai media, pergaulan, lingkungan, dan pengalaman orang lain.    
Kaca Kunci     :    Pengetahuan, Seks Bebas
Daftar Pustaka    : 10 Referensi (2003 – 2011)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang

Maraknya pergaulan bebas dikalangan remaja akhir – akhir ini, hal ini disebablan karena kurangnya pengetahuan mereka tentang pendidikan seks yang jelas dan benar. Pendidikan seks kebanyakan hanya diketahui penjelasn teman, emmbaca buku – buku porno, melihat gambar – gambar porno dari buku maupun dari internet. Semua pengetahuan yang serba tanggung ini justru membuat banyak remaja malah mencoba mencari tahu dengan cara melakukan sendiri. Pada umumnya mereka kurang menyadari akibat yang ditimbulkan dari kegiatan seksualitas, akibat pemahaman yang keliru. Banyak remaja yang mengalami frustasi kegagalan memperoleh kehidupan yang lebih baik bahkan ada yang bunuh diri. Ada banyak sekali cerita di masyarakat atau berita di majalah, surat kabar, radiom dan televise yang menceritakan segala akibat buruk yang dilakukan remaja karena kesalahan dalam melakukan aktivitas seksual. Pernikahan dini yang berujung pada perceraian sewaktu pernikahan belum seumur jagung banyak kita jumpai. Selain itu ada juga yang melakukan aborsi yang mereka ambil sebagai jalan pintas untuk menyelesaikan masalah ini. Justru sering muncul masalah baru, infeksi pada alat reproduksi ketidakmampuan untuk hamil lagi, bahkan kematian adalah resiko – resiko yang dapat saja muncul karena dilakukannya tindakan aborsi, belum lagi penyakit menular seksual karena sering berganti – ganti pasangan.
Pendidikan seks sebenarnya sudah dikenal sejak masa seseorang dilahirkan baik laki – laki maupun perempuan akan terus mengalami perkembangan seksual secara fisik dan anak – anak sampai memasuki usia remaja, yang dipengaruhi oleh hormon seks laki – laki dan perempuan, sejalan dengan berlalunya waktu, perkembangan resiko seksual (termasuk biologis dan fisiologis). Kedua perkembangan itu harus berjalan seimbang karena dapat mempengaruhi kehidupan seksualnya ketika memasuki gerbang perkawinan. ((Ajen Dianawati, 2003).
Dengan melihat haset dari berbagai pendapat dan juga dari pendataan yang dilakukan tentang gambaran tentang bahayanya seks bebas satu cara yang efisien dan efektif adalah membekali anak kos dengan pengetahuan dan pemahaman prilaku yang sehat untuk mengetahui gambaran tentang seks bebas pada mahasiswa yang tinggal di kost Kompleks   .
Saat ini prilaku seks bebas dikalangan remaja semakin menggejola  dan merajalela ini dapat ditangani antara lain dari kasus aborsi yang dilakukan para remaja. Menurut Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), perkiraan angka aborsi di Indonesia berkisar 2,3 juta – 3 juta pertahun di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Lampung sekitar 0.4 – 5%, Surabaya 2,3%, serta Bali 4,4% hasil penelitian lain yang lebih fantastis lagi 21 – 30% remaja Indonesia di kota besar seperti Bandung, Jakarta dan Yogyakarta telah melakukan hubungan seks pranikah. Kondisi seperti ini masih diperparah lagi dengan merebaknya penyakit seks menular dikalangan remaja. Dari 14,628 kasus HIV / AIDS, 242 kasus  diantaranya adalah anak muda usia 15 – 19 tahun. (www.Google.com.BKKBN.2008).
Dari melihat hasil dari berbagai pendapat dan juga dari pendataan yang dilakukan terhadap pengetahuan remaja akan bahayanya seks bebas sungguh memperhatikan, salah satu cara yang efesien dan efektif adalah membekali remaja dengan pengetahuan dan penanaman prilaku yang sehat untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Tentang Seks Bebas Pada Mahasiwa Yang Tinggal di kost Kompleks   .

1.2    Rumusan Masalah
Adapun pada rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Gambaran Pengetahuan Tentang Seks Bebas Pada Mahasiswa Yang Tinggal di kost Kompleks   .

1.3    Tujuan Penelitian
1.3.1    Tujuan Umum
Untuk memperoleh Gambaran PengetahuanTentang Seks Bebas Pada Remaja Yang Tinggal Pada Mahasiwa Yang Tinggal di kost Kompleks   .
1.3.2    Tujuan Khusus
1.    Untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Mahasiswa Tentang Seks Bebas
2.    Untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Mahasiswa Tentang Resiko bahayanya Seks Bebas
3.    Untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Mahasiswa Tentang Seks Bebas supaya tidak melakukan seks bebas/berganti – ganti pasangan

1.4    Manfaat Penelitian
1.4.1    Bagi Mahasiswa
Sebagai bahan masukan kepada mahasiwa tentang bahayanya seks bebas
1.4.2    Bagi Orang Tua
Sebagai masukan / informasi bagi orang tua untuk menjelaskan masalah – masalah seks bebas kepada anak – anaknya
1.4.3    Bagi Anak Kost
Sebagai masukan pada mahasiswa yang tinggal di kost supaya dapat menghindarkan perbuatan – perbuatan seks bebas



Download KTI Skripsi Kebidanan Keperawatan dan Kedokteran No.20

untuk melihat kelengkapan isi KTI Skripsi silahkan KLIK DISINI

Gambaran Pengetahuan Remaja Tentang Obesitas Di SMP

Selasa, 27 September 2011

ABSTRAK
    Obesitas merupakan suatu keadaan fisiologis akibat dari penimbunan lemak secara berlebihan didalam tubuh.
    Obesitas atau kelebihan berat badan adalah hal yang menakutkan bagi setiap orang tanpa terkecuali, baru-baru ini The Internasional Obesity Taskforce mengumumkan bahwa pada tahun 2015 diseluruh dunia akan terdapat 2,3 miliar orang dewasa memiliki kelebihan bobot badan atau obesitas.
    Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan data primer melalui pengisian kuisioner dan penelitian ini quota sampling yaitu sampel secara quota dilakukan dengan cara menetapkan sejumlah anggota sampel secara quantum atau jatah sebanyak 41 sampel.
    Dari hasil penelitian ditemukan gambaran pengetahuan remaja tentang obesitas di SMP   tahun 2011, mayoritas responden berpengetahuan cukup sebanyak 20 responden (48,8%) dan minoritas responden berpengetahuan kurang 2 responden (4,9%). Mayoritas responden berumur 14-15 tahun sebanyak 12 responden (57,1%) berpengetahuan cukup, dan minoritas berumur 12-13 tahun sebanyak 1 responden (100%) berpengetahuan kurang, mayoritas responden berjenis kelamin perempuan dengan baik 13 responden (72,2%) dan minoritas berjenis kelamin laki-laki berpengetahuan kurang 2 responden (100%), mayoritas responden dari sumber informasi secara tidak langsung 16 responden (76,1%) berpengetahuan cukup, minoritas dari sumber informasi secara tidak langsung 2 responden (100%)
    Diharapkan kepada pihak sekolah agar menjalin hubungan kerja sama yang baik dengan tenaga kesehatan agar informasi tentang obesitas dapat disampaikan dengan baik kepada remaja khususnya para siswa-siswi.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang
Obesitas merupakan suatu keadaan fisiologis akibat dari penimbunan lemak secara berlebihan didalam tubuh. Saat ini gizi lebih atau obesitas merupakan epidemic di Negara Maju seperti Inggris, Brazil, Singapura dan dengan cepat berkembang di Negara berkembang,terutama populasi kepulauan pasifik dan Negara Asia tertentu. Prevalensi obesitas meningkat secara signifikan dan dianggap oleh banyak orang sebagai masalah kesehatan masyarakat yang utama.
(Lucy A.Bilaver,2009)
        Obesitas (kegemukan) di defenisikan sebagai suatu keadaan dimana terjadi penumpukan lemak tubuh yang berlebih sehingga berat badan jauh diatas batas normalnya. (Damayanti,Ayu.2008)
        Setiap orang memerlukan sejumlah lemak tubuh untuk menyimpan energi,sebagai penyekat panas, penyerap guncangan dan fungsi lainnya. Rata-rata wanita memiliki lemak tubuh yang lebih banyak dibanding pria.Perbandingan yang normal antara lemak tubuh dan berat badan adalah sekitar 25-30% pada wanita dan 18-23% para pria.Wanita dengan lemak tubuh lebih dari 25% dianggap mengalami obesitas.
Seseorang yang memiliki berat badan 20% lebih tinggi dari nilai tengah kisaran berat badannya yang normal dianggap mengalami obesitas.
(id.Wikipedia.org/wiki/obesitas)
Obesitas atau kelebihan berat badan adalah hal yang menakutkan bagi setiap orang tanpa terkecuali, baru-baru ini The Internasional obesity Taskforce mengumumkan bahwa pada tahun 2015 diseluruh dunia akan terdapat 2,3 miliar orang dewasa memiliki kelebihan bobot badan atau obesitas. Angka atau persentase besar yang menjadi pemikiran besar masyarakat dunia, dari 2,3 miliar angka yang disebutkan terdapat 700 juta orang teridap obesitas, khususnya Asia Tenggara pada tahun 2006, angka obesitas dibawah usia 18 tahun tercatat 19,9%, dan diperkirakan pada tahun 2011 akan mencapai 28,2%.
(HTTP///blongspot.Soft stop Junkfood 1.com)
Obesitas atau kegemukan sering diartikan dengan badan atau tubuh yang  cenderung gemuk dan memiliki  berat badan yang berlebihan. Kelebihan berat badan yang mungkin anda alami disebabkan oleh banyaknya unsur lemak yang berada dalam tubuh atau badan anda. (Wahid,Abdul.2009)
WHO mengatakan bahwa obesitas telah menjadi masalah dunia.Dari data yang dikumpulkan seluruh dunia, mengalami peningkatan overweight dan obesitas pada 10-15 tahun terakhir, saat ini diperkirakan sebanyak lebih dari 100 juta penduduk dunia menderita obesitas.Angka ini akan semakin meningkat dengan cepat.jika keadaan ini terus berlanjut maka pada tahun 2230 diperkirakan 100% penduduk dunia akan menjadi obes
Panama dan Kuwait tercatat sebagai dua negara dengan prevalensi obesitas tertinggi dunia,yakni sekitar 37%.Seteleh itu Peru 32% dan Amerika Serikat 31%.Di Brazil, kasus obesitas pada anak remaja sebesar 239% disusul oleh Spanyol, dengan prevalensi 27% berdasarkan laporan Tim obesitas Intrnasional.
(www.balipost.Co.id/bali post cetak/2002.com)
Di Indonesia,hasil yang didapat teryata prevalensi kegemukan pada anak usia sekolah SMP tertinggi ada diJakarta (25%), Semarang (24%),  (17,75%), Denpasar (11,7%), Surabaya (11,4%),Padang (7,1%), Manado (5,3%), Yogyakarta (4%),Solo (2,1%).Rata-rata prevalensi kegemukan di 10 kota besar tersebut mencapai 12,2% (2,1-25%). Peningkatan obesitas ini antara lain disebabkan oleh perbaikan daya beli masyarakat, terutama golongan menengah dan atas,yang tidak di imbangi peningkatan kesadaran untuk berperilaku hidup sehat.
(Pesta Gagasan.Blongspot.Com)
Obesitas (kegemukan) merupakan salah satu masalah yang ditakuti remaja, khususnya remaja putri. Mereka merasa kehilangan kepercayaan diri ketika memiliki bentuk tubuh yang tidak proporsional seperti memiliki banyak lipatan perut, pinggang, maupun lengan. (Ani-Dzakiyah.Blogspot.Com/2010/01/)
Obesitas atau kegemukan pada remaja tidak dapat dipandang sebelah mata.Obesitas pada remaja sering menimbulkan resiko kesehatan lainnya yang lebih serius. (Medicastore.Com/med.Remaja obesitas)
Berdasarkan hasil dari uraian diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai”Gambaran Pengetahuan Remaja Tentang Obesitas di SMP   Tahun 2011”.

1.2.  Perumusan Masalah
Dari latar belakang diatas, adapun perumusan masalah penelitian ini adalah Bagaimana Gambaran Pengetahuan Remaja Tentang Obesitas di SMP   Tahun 2011.   

1.3.  Tujuan Penelitian
1.3.1    Tujuan Umum
Untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Remaja Tentang Obesitas di SMP    Tahun 2011.
1.3.2    Tujuan Khusus
1.    Untuk Mengetahui distribusi Pengetahuan Remaja Tentang Obesitas di SMP   berdasarkan umur.
2.    Untuk mengetahui distribusi Pengetahuan Remaja Tentang Obesitas di SMP   berdasarkan jenis kelamin.
3.    Untuk Mengetahui distribusi  Pengetahuan Remaja Tentang Obesitas di SMP   berdasarkan sumber informasi.

1.4.  Manfaat Penelitian
  Diharap hasil penelitian ini memberikan manfaat pada :
1.    Bagi pihak SMP  
   Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan atau informasi tentang Obesitas bagi para pendidik pengajar di SMP  .
2.      Bagi Responden
     Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan masukan atau informasi bagi  remaja  tentang Obesitas khususnya siswa-siswi SMP 
3.      Bagi Institusi
Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan bacaan dan referensi diperpustakaan  Akademi Kebidanan  kabupaten Deli Serdang.
4.      Bagi Peneliti
  Hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan masukan dan pengalaman yang berharga bagi peneliti terutama pengetahuan Remaja Tentang Obesitas.



Download KTI Skripsi Kebidanan Keperawatan dan Kedokteran No.19

untuk melihat kelengkapan isi KTI Skripsi silahkan KLIK DISINI

Gambaran Pengetahuan PUS Tentang Manfaat Pemeriksaan PAP Smear di Desa

ABSTRAK
Pap Smear adalah upaya pengambilan cairan vagina untuk melihat kelainan sel sekitar leher rahim. Angka kematian akibat kanker serviks dapat diturunkan dengan program skrining Pap Smear dimana angka kematian akibat kanker serviks menurun hingga 70-80%. Masih tingginya angka penderita kanker leher rahim di Indonesia disebabkan ketidaktahuan fungsi dan manfaat pemeriksaan tersebut, hanya 5% wanita yang mau melakukan pemeriksaan Pap Smear dari wanita yang seharusnya wajib memeriksakan diri. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif  bertujuan untuk mengetahui ” Gambaran Pengetahuan pasangan usia subur Tentang Manfaat Pemeriksaan Pap Smear Yang Dilakukan di Dusun VII Desa Sei Rotan Kec.  Kab.  Tahun 2011”. Jumlah populasi 241 orang dengan sampel 71 orang yang diambil secara random sampling. Data yang digunakan adalah data primer, dari hasil penelitian didapat bahwa responden mayoritas berpengetahuan cukup sebanyak 38 responden(53,5%), berdasarkan umur mayoritas responden berpengetahuan cukup dengan umur 40 – 45 tahun sebanyak 10 responden (14,1%), berdasarkan pendidikan mayoritas responden berpengetahuan cukup dengan tingkat pendidikan tingkat rendah sebanyak 20 responden (28,2%) berdasarkan pekerjaan mayoritas responden berpengetahuan cukup dengan bekerja sebagai IRT sebanyak 30 responden (42,3%), berdasarkan penghasilan mayoritas responden berpengetahuan cukup dengan penghasilan antara 630.000 – 1300.000 sebanyak 27 responden (38%), dan berdasarkan sumber informasi mayoritas responden berpengetahuan cukup dengan sumber informasi secara tidak langsung sebanyak 20 responden (31%). . Diharapkan kepaga petugas kesehatan untuk senantiasa memberikan penyuluhan / konseling tentang manfaat pemeriksaan Pap Smear, serta kepada ibu-ibu pasangan usia subur untuk lebih memperdulikan status kesehatannya, bersedia untuk melakukan pemeriksaan Pap Smear agar kematian akibat kanker serviks menurun.
Kata  Kunci        : Pengetahuan PUS Tentang Manfaat Pemeriksaan Pap Smear
Daftar Pustaka : 17 Referensi Buku (2005 – 2009)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
    Kanker serviks merupakan jenis kanker terbanyak kedua pada wanita  dan menjadi penyebab lebih dari 250.000 kematian. Pada tahun 2005 kurang lebih 80% kematian tersebut terjadi di Negara berkembang. Tanpa penatalaksanaan yang adekuat diperkirakan kematian akibat kanker serviks akan meningkat 25% dalam 10 tahun mendatang.(Rasjidi,2009).
    Menurut data dari WHO, setiap tahun diseluruh dunia sebanyak 400 ribu perempuan didiagnosa menderita kanker serviks, 240 ribu diantaranya meninggal duia dengan prealensi 80% terjadi dinegara berkembang termasuk Indonesia.
(Aisyiyah,2008)
    Lebih dari 95% kasus kanker serviks desebabkan virus yang dikenal sebagai human Papillomavirus (HPV). HPV adalah sejenis virus yang menyerang manusia. Terdapat lebih dari 100 tipe HPV dimana sebagian besar tidak berbahaya, tidak menimbulkan gejala yang terlihat dan akan hilang dengan sendirinya
(Globocan,2007)
    Kebanyakan pasien yang berobat berusia 40 – 50 tahun. Namun adapula penderita kanker serviks yang usianya 20 – 30 tahun, pasien tersebut sudah didiagnosa menderita kanker serviks karena dia menikah diusia dini yaitu pada usia 14 tahun. Pada usia dii kondisi serviks masih belum mature (matang). Tingginya tingkat angka penderita kanker serviks disebabkan masih sedikitnya wanita yang mau menjalankan pemeriksaan Pap Smear karena disebabkan ketidak tahuan fungsi dan manfaat pemeriksaan tersebut, hanya 5% wanita yang mau melakukan pemeriksaan Pap Smear dari wanita yang seharusnya wajib memeriksakan diri. (Purbadi,2005)
    Dibeberapa negara maju, skrining kanker leher rahin dengan tes Pap Smear secara luas terbukti mampu menurunkan angka kejadian kanker leher rahim sehingga 90% dan menurunkan angka kematian hingga 70-80%. Keberhasilan ini diraih berkatkemampuan pemeriksaan skrining Pap Smear yang mengenali adaya lesi prakanker pada leher rahim.(Suryahusadha,2007)
    Pap Smear dapat mendeteksi sampai 90% kasus kanker serviks secara akurat dan dengan biaya yang tidak terlalu mahal akibatnya angka kematian perempuan akibat kanker serviks pun akan bisa menurun sampai lebih dari 50%.
(Cahyandariwr,2008)
    Masih tingginya angka penderita kanker leher rahim di indonesia disebabkan oleh rendahnya kesadaran wanita untuk memeriksakan kesehatan dirinya, masih banyak yang malu dan enggan untuk melakukan tes Pap Smear dengan mengajukan alasan-alasan berikut yaitu takut menerima hasil test, malu memeriksakan diri karena dokter yang memeriksa kebanyakan adalah dokter pria dan faktor ekonomi.(Setiati,2009)   
    Berdasarkan hasil survei awareness yang dilakukan terhadap 138.843 perempuan di berbagai wilayah indonesia yaitu Jabotabek, jawabarat, jawa tengah, jawa timur.sumut,yogyakarta. Mengungkapkan bahwa sebanyak 93,92% responden telah mengetahui penyakit kanker serviks. Namun pemahaman mengenai kanker serviks ternyata tidak mendorong para perempuan melakukan salah satu pencegahan dengan cara screening/deteksi dini karena dari total responden tersebut hanya 7,78% yang sudah melakukan Pap Smear secara reguler (Awareness,2009).
    Dari survei awal peneliti dilakukan di Dusun VII Desa Sei Rotan jumlah pasangan usia subur  247 orang, yang melakukan Pap Smear sebanyak 6 orang, sedangkan yang tidak melakukan Pap Smear 241 orang.
Berdasarkan pernyataan diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Gambaran pengetahuan pasangan usia subur tentang manfaat pemeriksaan Pap Smear di Dusun VII Desa Sei Rotan kecamatan  kabupaten  tahun 2011”.

1.2. Perumusan Masalah
    Berdasarkan latar belakang diatas maka  penulis merumuskan bahwa” Bagaimana Gambaran Pengetahuan pasangan usia subur Tentang Manfaat Pemeriksaan Pap Smear di Dusun VII Desa Sei Rotan Kecamatan Perut Sei Tuan Kabupaten  Tahun 2011.

1.3. Tujuan Penelitian
    1.3.1.Tujuan Umum
        Untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan pasangan usia subur Tentang Manfaat Pemeriksaan Pap Smear di Dusun VII Desa Sei Rotan, Kecamatan  Kab.  Tahun 2011.
    1.3.2. Tujuan Khusus
        1.    Untuk mengetahui distribusi pengetahuan pasangan usia subur tentang manfaat pemeriksaan Pap Smear berdasarkan umur.
        2.     Untuk mengetahui distribusi pengetahuan pasangan usia subur tentang manfaat pemeriksaan Pap Smear berdasarkan pendidikan
        3.     Untuk mengetahui distribusi pengetahuan pasangan usia subur tentang manfaat pemeriksaan Pap Smear berdasarkan Pekerjaan
        4.    Untuk mengetahui distribusi pengetahuan pasangan usia subur tentang manfaat pemeriksaan Pap Smear berdasarkan Penghasilan
        5.    Untuk mengetahui distribusi pengetahuan pasangan usia subur tentang manfaat pemeriksaan Pap Smear berdasarkan Sumber Informasi.

1.4. Manfaat Penelitian

    1.4.1.    Bagi Akademi kebidanan 
            sebagai informasi atau bahan mahasiswa diperpustakaan.
    1.4.2    Bagi pasangan usia subur di Dusun VII Desa Sei Rotan Kec,
            Sebagai informasi untuk menambah pengetahuan tentang manfaat pemeriksaan Pap Smear
    1.4.3.   Bagi peneliti
            sebagai aplikasi ilmu yang telah penulis dapat selama pembelajaran di Akademi kebidanan .
1.4.4.    Bagi peneliti selanjutnya
             sebagai informasi atau bahan untuk melakukan penelitian.



Download KTI Skripsi Kebidanan Keperawatan dan Kedokteran No.18

untuk melihat kelengkapan isi KTI Skripsi silahkan KLIK DISINI

Gambaran Pengetahuan Perokok Aktif Tentang Penyakit Kanker Paru

ABSTRAK
Resiko kanker paru meningkat pada mereka yang berkaitan erat dengan rokok. enta perokok aktif maupun perokok pasif. Sekitar 80% insiden kanker paru terkait dengan persoalan merokok. Banyak orang tidak tahu bahwa efek negative rokok tidak hanya dari nikotin. Mulai dari asap bisa membuat iritasi paru sampai 45 bahan yang bersifat karsinogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan perokok aktif tentang penyakit kanker paru yang dilaksanakan di Dusun III Desa  Kecamatan  Kabupaten  Tahun 2011 penelitian ini dimulai pada tanggal 19 – 20 Mei 2011. dimana yang menjadi populasi yang dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang berjenis kelamin laki – laki yang berusia 26 – 60 Tahun yang bertempat tinggal di Dusun III Desa  yang berjumlah 300 orang dan peneliti mengambil sebanyak 30 responden untuk dijadikan sampel. Data yang terkumpul merupakan data primer yang didapat dengan cara membagikan kuesioner kepada seluruh responden yang terdiri atas 20 pertanyaan. Adapun hasil dari penelitian ini adalah didapati mayoritas responden merokok sebanyak 9 orang dengan usia 31 – 36 tahun, dan minoritas berumur > 61 tahun yaitu sebanyak 1 orang. Merokok merupakan suatu kebiasaan yang harus dirobah agar terhindar dari penyakit karena didalam rokok mengandung racun yang berbahaya bagi tubuh manusia.
Kata kunci    : Gambaran pengetahuan + perokok terhadap kanker paru
BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
Resiko kanker paru meningkat pada mereka yang berkaitan erat dengan rokok. Entah perokok aktif maupun pasif. Sekitar 80 % insiden kanker paru terkait dengan persoalan merokok. Banyak orang yang tidak tahu bahwa efek negatif rokok tidak hanya dari nikotin, mulai dari asap bisa membuat iritasi paru sampai 45 bahan yang bersifat karsinogen. Asap rokok tidak hanya membahayakan perokok saja namun juga orang disekitarnya yang terpapar asap rokok. Asap yang dihisap perokok besarnya hanya 4 % sedangkan asap rokok yang dipapar rokok terbakar saat tidak dihisap besarnya 96 % dari total masa pembakaran rokok. Jadi masyarakat  yang tidak merokok juga beresiko menderita penyakit dari paparan rokok pada asap rokok terdapat 30 jenis poluton.
Poluton tersebut antara lain nikotin, tar, karbon monoksida, dan dapat mengganggu sel – sel normal menjadi sel kanker terutama kanker paru.
MUI mengatakan bahwa rokok itu haram karena di dalam rokok ada racun. Sedangkan NU mengatakan bahwa rokok masih makruh karena berdasarkan tingkat bahayanya yang relatif. Pemerintah pun sudah melarang agar tidak merokok di tempat – tempat umum seperti kantor, bus, bahkan sudah ada juga hari tembakau sedunia. Telah banyak riset membuktikan bahwa rokok dapat menyebabkan kecanduan. Di samping itu, rokok juga dapat menyebabkan kanker.
( Muhammad Jaya : 2009 )
Berdasarkan latar belakang diatas penulis tertarik untuk meneliti gambaran pengetahuan perokok aktif  tentang  penyakit kanker paru di Dusun III  tahun 2011.

1.2    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka dirumuskan masalah yaitu bagaimana gambaran pengetahuan perokok aktif tentang penyakit kanker paru di Dusun III .

1.3    Tujuan Penelitian
1.3.1    Tujuan Umum
Untuk mengetahui gambaran pengetahuan perokok aktif tentang penyakit kanker paru
1.3.2    Tujuan Khusus
-    Untuk mengetahui pengetahuan perokok aktif tentang penyakit kanker paru berdasarkan umur
-    Untuk mengetahui pengetahuan perokok aktif tentang penyakit kanker paru berdasarkan jenis rokok
-    Untuk mengetahui pengetahuan perokok aktif tentang penyakit kanker paru berdasarkan lamanya merokok.

1.4    Manfaat Penelitian
-    Menambah pengetahuan dan pengalaman bagi peneliti tentang bagaimana gambaran pengetahuan perokok aktif tentang penyakit kanker paru
-    Sebagai bahan masukan/informasi bagi peneliti selanjutnya agar hasilnya dapat lebih baik dari yang ada sekarang dan sebagai referensi buku di perpustakaan
-    Sebagai bahan informasi bagi masyarakat tentang bahaya yang dapat ditimbulkan dari merokok





Download KTI Skripsi Kebidanan Keperawatan dan Kedokteran No.17

untuk melihat kelengkapan isi KTI Skripsi silahkan KLIK DISINI